GuidePedia

0

PS OMBAY LANGGANAN JUARA
Catatan: Agust G Thuru


Verba volant, scripta manent, ucapan cepat hilang, tulisan tetap abadi. Demikian pepatah Latin ini mengajarkan kepada kita bagaimana mewariskan  tulisan kepada generasi berikutnya  agar mereka tahu apa yang pernah dibuat oleh generasi sebelumnya.
Panitia Penyelenggara Flobamora Cup VIII - 2018 Bali berinisiatif untuk membukukan seluruh informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Flobamora Cup dari masa ke masa. Sayangnya, tidak ada informasi yang lengkap sehingga apa yang dipaparkan dalam catatan ini adalah hasil dari “pengembaraan” tim untuk menggali kembali ingatan dari para tokoh IKB Flobamora. Hasilnya tidak lengkap, mungkin tidak valid, tetapi bahwa kita sudah memulai mewariskan peristiwa bersejarah kepada generasi berikutnya, itu yang pantas disyukuri. Sebab, verba volant scripta  manent, kata-kata hilang tetapi tulisan abadi.
 
Mulai 1992
Mantan Ketua Umum IKB Flobamora bapak IT Omalor menginformasikan bahwa penyelenggaraan Flobamora Cup Bali dimulai pada tahun 1992. Tak diketahui kapan bulan penyelenggaraan, juga tim-tim  mana saja yang berlaga di Flobamora Cup I ini. Tetapi saat itu  komunitas NTT Diaspora di Bali berdasarkan asal kabupaten adalah Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Kupang, TTS, TTU, Belu, Sumba Barat dan Sumba Timur.
Flobamora Cup Bali II  diselenggarakan pada tahun 1995. Juga tidak ada informasi  kapan bulan dan tanggal pelaksanaannya. Juga  tim mana saja yang menjadi peserta. Namun pada tahun 1995, IKB Flobamora Bali yang saat itu  di bawah pimpinan Ketua Umum IT Omalor formasi keanggotaan  masih seperti tahun 1992  karena  belum ada pemekaran kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Kota Madya Kupang  baru dibentuk berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1996  dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri waktu itu Mohamad Yogi SM tanggal 25 April 1996.
Flobamora Cup Bali III diselenggarakan pada  tahun 1998. Saat itu Ketua Umum IKB Flobamora  masih dijabat IT Omalor. Unit-unit anggota IKB Flobamora terdiri dari 12 Kabupaten dan  1 Kota Madya. Flobamora Cup Bali IV diselenggarakan pada tahun 2000  dimana IT Omalor masih menjabat Ketua Umum IKB Flobamora.
Pada tahun 2000, Lembata yang sudah dimekarkan sebagai Kabupaten Lembata berdasarkan UU Nomor 52 Tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 tetap bergabung dalam Ikatan Keluarga Lamaholot Bali.  Sedangkan Flobamora Cup Bali V  dilaksanakan pada tahun 2004. Setelah itu terjadi regenerasi pengurus IKB Flobamora, namun  selama  2004  sampai 2011  tidak ada penyelenggaraan Flobamora Cup  Bali.


Kembali Menggelora
Setelah vakum  selama periode 2005 – 2011  Flobamora Cup Bali pun kembali diselenggarakan. Menggeliatnya kembali Flobamora Cup Bali ini menyusul regenerasi kepengurusan IKB Flobamora  dimana  Ketua Umum  dipercayakan kepada Yoseph Yulius Diaz. Flobamora Cup Bali VI  pun digelar pada 2 September sampai 17 November 2012. Tujuan digelarkan kembali Flobamora Cup Bali ini adalah untuk membangun kebersamaan dalam spirit bhinneka  tunggal ika.
Adapun unit-unit yang sekaligus membentuk tim sepak bola saat itu adalah 18 tim yakni Persikamabar (Manggarai Barat), Ikkmar Bali (Manggarai Raya), Persmatim (Manggarai Timur), Ikada Bali (Ngada), Ikana Bali (Nagekeo), Wuamesu (Ende), RKBM Bali (Maumere), Lamaholot Bali (Flores Timur & Lembata), Ombay (Alor), SBD (Sumba Barat Daya), Sumba Barat, Sumba Tengah, Hikmast (Sumba Timur), Koloraihau (Sabu-Raijua), Fetomone Bali (Kupang), Laimanekat (Soe), Tafenpah (Kefamenanu) dan Ikabe (Belu).
Flobamora Cup Bali VI ini dibuka oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika  yang juga adalah bapak angkat masyarakat NTT di Bali pada 2 September 2012 di Stadion Ngurah Rai Bali. Sedangkan tendangan bola pertama dilakukan oleh Pangdam IX/ Udayana. Dapat dicatat bahwa tim yang kemudian melaju ke final adalah PS Ombay Alor yang mengalahkan Manggarai FC (Ikkmar) dengan skor  3-2 melalui adu pinalti menyusul kedua tim bermain imbang 1 – 1 pada  waktu regular 2 x 45 menit. Ombay Alor  sendiri melangkah ke final setelah mengalahkan Ikada Ngada di babak semifinal sedangkan Manggarai FC menggusur Manggarai Timur  di babak semifinal.
Flobamora Cup Bali VI  kemudian ditutup oleh Wakil Gubernur Bali AA Ngurah Puspayoga pada 25 November 2012. Wagub didampingi  sejumlah pejabat antara lain Kasdam Udayana Brigjen Pratimun, Asisten Teritorial Kodam Udayana Kol. Made Datrawan, Papendam Kol. Wing Handoko dan Ketua KONI Bali Made Nariana.
Flobamarora Cup Bali VII  diselenggarakan pada Juli 2015. Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Minggu 26 Juli 2015  di Stadion Ngurah Rai Denpasar. Hadir pula pada saat pembukaan ini Wakil Gubernur I Ketut Sudikerta, Kasdam IX/Udayana Brigjen Hadi Kusnan, Ketua KONI Bali Ketut Suwandhi, Wakil Ketua DPRD Denpasar Mulyawan Arya, anggota DPRD Denpasar AA Widhiada dan undangan lainnya.
Laga Flobamora CUP VII Bali diikuti oleh 21  tim. Tim sepak bola Wuamesu Ende dan Manggarai Tengah melaju ke final. Laga final sendiri dilaksanakan di Stadion Ngurah Rai Minggu 8 November 2015 namun terhenti pada menit ke-83. Final pun dilanjutkan di Lapangan Korem 163/Wirasatya Denpasar Minggu 15 November 2015 dengan mengusung tema “Persaudaraan dan Cinta”. Sebelumnya di partai semifinal Wuamesu Ende  unggul  atas PSN Ngada Bali  5-4 melalui adu pinalti. Sedangkan  Manggarai Tengah FC (Ikkmar) unggul atas Paperti Kota Kupang dengan skor telak 5-0.
Dalam laga final, Manggarai Tengah  akhirnya unggul 1 – 0 atas Wuamesu Ende. Dengan demikian pada laga Flobamora Cup VIII  tahun 2018 ini Manggarai Tengah FC  adalah  sang juara bertahan. Siapa yang bakal keluar sebagai  juara, kita tunggu saja. Yang pasti, bukan juara yang penting tetapi  melalui bola, persaudaraan sesama perantau tercipta.


Flobamora FC Tembus Divisi Utama
Sejarah mencatat, Flobamora Bali pernah memiliki tim tangguh Flobamora FC yang berlaga di kompetisi lokal Perseden.
Saksi sejarah sekaligus pelatih Flobamora FC Joseph Maharaja menuturkan bahwa Flobamora FC menjadi tim tangguh yang disegani lawan-lawannya.
Tim milik masyarakat NTT Bali, Flobamora FC mulai menapakkan kakinya di divisi II Perseden 1989-1993. Selanjutnya dalam kompetisi 1993/1994, sebagai runner up Divisi II dan lolos ke Divisi I. Tahun 1994/1995 tampil di Divisi I, langsung dipromosikan ke Divisi Utama.
Karena pada partai penentuan Flobamora FC vs Olkrek pada 10 Oktober 1995 yang berakhir imbang 0-0 mengantar Flobamora FC masuk Divisi Utama Perseden bersama Damar Cakti Pemecutan.   
Sukses ini tidak lepas dari peran serta pengurus klub dan Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora di dalam membina para pemain.
"Kami bersyukur kepada Tuhan, klub kami yang dibangun tanpa dana yang berlebihan dan pemain yang pas-pasan berhasil lolos ke divisi utama," tutur Ketua Umum IKB Flobamora I.T. Omalor saat itu.

Catatan Penutup
Terima kasih sama saudara telah membaca catatan  sederhana ini. Namun menjadi lebih bagus lagi kalau tulisan ini kembali membuka memori kita masing-masing untuk mengingat kembali kapan, dimana, siapa, bagaimana, penyelenggaraan Flobamora Cup pertama sampai kelima. Tim mana yang   melaju ke semifinal dan final.
Pertanyaannya, untuk apa? Kembali ke catatan awal, verba volant, scripta manent, kata-kata hilang, tulisan abadi. Alangkah baiknya setiap unit yang timnya pernah berlaga di Flobamora Cup Bali  I  sampai VII  dapat membuat catatan sejarah. Juga semua kegiatan unit baik suka dan duka perlu dicatat kemudian kirimkan ke Humas Flobamora untuk diarsipkan. Email:[email protected] 




Posting Komentar

 
Top